Connect with us

Bisnis

atau Login www.pln.co.id Langkah-langkah Klaim Token Listrik Gratis Agustus 2020 Via WA 08122123123

Avatar

Published

on

Berikut cara mendapatkan token listrik gratis pada bulan Agustus 2020. Seperti diketahui, program listrik gratis tersebut merupakan upayaPerusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan bantuan bagi masyarakat dalam menghadapi pandemi Corona (Covid 19). Klaim token listrik gratis dapat melalui dua cara, yakni melalui websitePLN atau bisa juga melaluiWhatsAppPLN08122 123 123.

Seperti diketahui, pemerintah memperpanjang masa bantuan berupa subsidi listrik bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA hingga September 2020, mendatang. 1. Pelanggan dengan daya 450 VA digratiskan selama 3 bulan, terhitung April Juni diperpanjang hingga September 2020. 2. Pelanggan dengan daya 900 VA Subsidi diberikan diskon 50 Persen selama 3 bulan, terhitung April Junidiperpanjang hingga September 2020.

3. Pelanggan B1 450 VA digratiskan selama 6 bulan, terhitung Mei Oktober 2020. 4. Pelanggan I1 450 VA digratiskan selama 6 bulan, terhitung Mei Oktober 2020. Berikut cara mendapatkan token gratis atau diskon yang telah dikutip dari InstagramPLN, @pln_id:

1. Buka aplikasiWhatsApp 2. Kirim pesan ke 08122 123 123 3. Stelah pesan terkirim, akan muncul balasan otomatis dariPLNuntuk mengikuti petunjuk.

Ketik 1 untuk Info Listrik Gratis/ Diskon Stimulus Covid19. 4. Setelah membalas dengan angka 1,PLNkemudian masukkan nomor ID pelanggan. 5. Tak lama kemudian token gratis dariPLNlangsung muncul

6. Masukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai ID pelanggan. 1. Buka Alamat 2. Kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihanstimulus Covid 19

3. Masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter 4. Token Gratis akan ditampilkan di layar 5. Memasukkan token gratis tersebut ke meteran sesuai ID Pelanggan.

Bisnis

Mulai Sekarang UMKM Resmi Bisa Ikut Pengadaan & Jasa Pemerintah

Avatar

Published

on

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Kementerian Koperasi dan UKM, bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) meluncurkan Program Perluasan Pasar UMKM untuk Percepatan Ekonomi Lokal pada Senin (17/8/2020), melalui siaran virtual. Pada acara ini, Pemerintah meluncurkan Pasar Digital (Padi) UMKM, Bela Pengadaan dan Laman UKM. Padi merupakan kolaborasi sembilan BUMN di bawah koordinasi Kementerian BUMN yang menghadirkan akses pasar BUMN, e commerce lokal dan global, pembiayaan dan insight kualitas.

Bela Pengadaan, sebuah inovasi belanja pengadaan oleh LKPP yang memfasilitasi pengadaan langsung barang dan jasa yang anggarannya bersumber dari APBN atau APBD dengan nilai transaksi di bawah Rp 50 juta. Laman UKM, merupakan portal pengadaan nasional Inaprog. Platform digital ini dikembangkan dalam rangka mendukung peran usaha mikro dan usaha kecil dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Melapui laman khusus ini, pelaku usaha dapat melihat info grafis, terkait peran dan partisipasi UKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Sudah ada sekitar 47 persen atau 180 ribu UKM sudah berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah secara elektronik sejak 2008 2020. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM telah berkomunikasi intensif dengan LKPP mengenai peluang peluang bagi UKM untuk terlibat dalam pengadaan barang dan jasa melalui laman e katalog UMKM, Bela Pengadaan dan pengadaan langsung secara elektronik. "Inisiasi penambahan laman di katalog LKPP khusus UKM dilakukan sejak akhir tahun 2019, sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada UKM, agar UKM dapat bermain di level yang sama, tidak berhadapan langsung dengan usaha besar.

Kementerian Koperasi dan UKM telah berkoordinasi secara teknis, secara intensif dan mendapat dukungan penuh dari LKPP, sehingga yang semula hanya tiga laman yaitu nasional, lokal dan sektoral, sekarang ada laman khusus, laman UKM," tutur Teten saat peluncuran, Senin (17/8/2020). Laman UKM menjadi penting menurut Teten, karena dapat menyerap potensi belanja pemerintah yang nilainya sekitar Rp 307 triliun, tiap tahunnya. Bergabungnya UKM di LKPP menjadi hal positif dan akses pasar UMKM menjadi semakin luas.

"Kami ingin memberikan apresiasi kepada LKPP yang telah mengakomodasi pelaku UKM untuk menjadi penyedia pengadaan barang dan jasa pemerintah. Namun tentu ekosistem agar dapat berjalan dengan baik. Apabila seluruh kementerian dan lembaga dan pemerintah daerah berkomitmen serta konsisten setiap tahun untuk mengalokasikan belanjanya untuk UMK," terang Teten. Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya mendorong pelaku UMKM untuk siap dan terdaftar sebagai penyedia barang dan jasa pemerintah. Kemenkop dan UKM juga mengkurasi pelaku UMKM yang siap melalui pelatihan dan pendampingan, fasilitasi standarisasi global dan fasilitasi dukungan akses pembiayaan.

"Selain itu, kami melakukan kegiatan onboarding UMKM dalam aplikasi laman e katalog UMKM Bela Pengadaan dan LPSE. Sekali lagi apresiasi juga saya sampaikan kepada kementerian BUMN yang turut membuat Pasar Digital atau Padi UMKM. Ini juga akan membuka kesempatan bagi UMKM untuk memperluas pasar dan transaksi dengan perusahaan perusahaan BUMN. Saya kira ini akan memberikan angin segar bagi UMKM," jelasnya.

Continue Reading

Bisnis

AKSES WWW.PLN.CO.ID buat Dapat Token Listrik Gratis PLN Bulan Agustus atau WA 08122-123-123

Avatar

Published

on

Simak cara klaim token listrik gratis PLN bulan Agustus 2020. Untuk melakukan klaim token listrik dari PLN, ada dua cara yang bisa dilakukan. Pelanggan bisa login ke web resmi PLN, www.pln.co.id.

Atau, pelanggan cukup mengirimkan pesan via WhatsApp ke nomor 08122 123 123. Token listrik gratis PLN adalah kompensasi yang diberikan pemerintah. Pelanggan yang berhak mendapatkan kompensasi tersebut yakni golongan 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA.

Pelanggan 450 VA akan mendapatkan listrik gratis senilai pemakaian tertinggi dalam tiga bulan, sedangkan diskon 50persen bagi pelangga 900 VA. Untuk diketahui, keringanan ini mulai berlaku dari April hingga Juni, tapi kemudian diperpanjang hingga September 2020. 1. Buka Alamat www.pln.co.id

2. Kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus Covid 19 3. Masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter 4. Token Gratis akan ditampilkan di layar

5. Memasukkan token gratis tersebut ke meteran sesuai dengan ID Pelanggan 1. Buka aplikasi WhatsApp 2. Kirim pesan ke 08122 123 123

3. Setelah pesan terkirim, akan muncul balasan otomatis dari PLN untuk mengikuti petunjuk. Halo Electrizen Ketik 1 untuk Info Listrik Gratis/ Diskon Stimulus Covid19

Ketik 2 untuk Baca Meter Mandiri pemakaian listrik (pascabayar) Hotline PLN (kode area) 123 ." "Halo Electrizen, pemerintah memberikan listrik gratis untuk pelanggan rumah tangga 450 VA & Diskon 50% untuk pelanggan rumah tangga 900 VA Subsidi (sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan pelanggan Bisnis dan Industri 450 VA."

"Silakan masukan ID pelanggan/nomor meter Anda ya?" 5. Tak lama kemudian token gratis dari PLN langsung muncul Dear Electrizen,

Berikut disampaikan informasi listrik gratis/ diskon : ID Pelanggan : XXXXXXXXXXX Nama Pelanggan : XXXXX Bulan : XXX Nomor Token : XXXXXXXXXXX RP Token : Rp XXXXX Jenis Transaksi : Gratis/Diskon Stimulus PSBB

Bulan : XXXX Nomor Token : XXXXXXXXXXX RP Token : Rp XXXXX Jenis Transaksi : Gratis/Diskon Stimulus PSBB Bulan : XXXXX Nomor Token : XXXXXXXXXXX RP Token : Rp XXXXX Jenis Transaksi : Gratis/Diskon Stimulus PSBB " 6. Nah kamu tinggal masukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai ID pelanggan.

PLN menyatakan tidak semua pelanggan listrik golongan 900 VA mendapat diskon. Sebab hanya golongan 900 VA yang bersubsidi yang mendapat diskon tersebut. Untuk mengetahui apakah listrik termasuk golongan subsidi atau bukan, dapat dilihat melalui kode yang tertera pada meteran listrik.

Berikut kode yang mendapat gratis dan diskon: Sementara kode 900 VA yang tidak mendapatkan diskon 50 persen yakni :

Continue Reading

Bisnis

Cerita Sri Mulyani soal Sejarah Sistem Keuangan Indonesia

Avatar

Published

on

Menteri Keuangan Sri Mulyani bercerita sedikit mengenai sejarah Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) melalui akun Instagram @smindrawati. Sri Mulyani menjelaskan reformasi pengelolaan keuangan negara zaman dulu atau jadul ditandai dengan lahirnya Paket UU Bidang Keuangan Negara yakni UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Kemudian, UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, dan UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan, dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

"Ini telah mengubah sejarah pengelolaan keuangan negara secara holistik," ujarnya, Jumat (31/7/2020). Sebelumnya, kata Sri Mulyani, laporan pengelolaan keuangan negara zaman dulu berbentuk Perhitungan Anggaran Negara (PAN). Sistem pencatatan yang masih menganut pola single entry dan cash basis, tanpa standar akuntansi, dan tanpa sistem yang terintegrasi.

"Sehingga kita tidak tau berapa posisi keuangan pemerintah yang sesungguhnya," katanya. Sementara, eks direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, LKPP yang orang orang kenal hari ini telah mengalami masa metamorfosis yang panjang. "Diawali dengan pembentukan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP), terbitnya Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Lalu, diberlakukannya sistem akuntansi pemerintah pusat, dan pengembangan kapasitas lebih dari 30.000 SDM di seluruh kementerian atau lembaga," pungkasnya.

Continue Reading

Trending