Connect with us

Regional

Kedua Kaki Patah Gelandangan Tewas Tertabrak Kereta Api Dharmawangsa di Semarang

Avatar

Published

on

Pria tanpa identitas yang diduga sebagai gelandangan tewas tertabrak kereta api Dharmawangsa, Kamis (20/8/2020) sekitar pukul 03.20 WIB. Peristiwa itu terpatnya terjadi di jalur rel keeta api ganda di RT 4 RW 1 Kelurahan Randugarut, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. "Korban merupakan gelandangan, tidak ada identitas yang ditemukan," terangnya.

Kapolsek menuturkan, kejadian nahas tersebut terjadi saat kereta api (KA) penumpang Darmawangsa melintas di jalur tersebut dari Jakarta menuju Surabaya. Masinis KA Darmawangsa menginformasikan kepada petugas Stasiun Mangkang Kota Semarang telah terjadi kecelakaan. Petugas stasiun lalu mengecek informasi tersebut.

Ternyata benar di Km 9+900 Petak Jerakah Mangkang ditemukan korban sudah tergelatak di antara dua jalur rel. Petugas lalu menghubungi Polsek Tugu. "Kami kemudian menghubungi Tim Inafis Polrestabes Semarang."

"Setelah diidentifikasi sidik jari tidak ditemukan data pribadi korban," ujarnya. Kapolsek melanjutkan, korban memiliki ciri ciri jenis kelamin laki laki berumur sekira 50 tahun. Memakai baju kaos lengan panjang motif garis warna abu abu.

Bercelana panjang warna coklat berperawakan sedang. "Kami juga menemukan dompet warna hitam, tiga buah silet, pecahan uang kertas Rp. 2 ribu dan uang kuno," ujarnya. Dijelaskan Kapolsek, akibat kejadian itu korban mengalami sejumlah luka di antaranya di kepala.

Kedua kaki patah dan perut sebelah kanan luka hingga isi perut terurai keluar. "Saat ini jenazah sudah dibawa ke kamar mayat RSUP Kariadi Semarang," tandasnya.

Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat.

Regional

Pria Beristri Kepergok Sedang Hubungan Sesama Jenis di Mobil

Avatar

Published

on

Pasangan sesama jenis di Palembang kepergok polisi sedang berbuat mesum di dalam mobil. Peristiwa tersebut terjadi kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Sukarami Palembang, Selasa (20/8/2020) pukul 20.30 WIB. Anggota Polrestabes Palembang memergoki dua laki laki sedang melakukan seks oral di dalam mobil.

Mereka pun diamankan petugas sedang patroli di Tempat Kejadian Perkara (TKP). An merupakan mahasiswa akhir di salah satu Universitas di Palembang. Sedangkan Wr merupakan sales di salah satu kota Palembang dan sudah memiliki istri dan dua orang anak

An mengatakan, sudah 3 bulan mengenal Wr, namun baru dua kali melakukan perbuatan yang sama. "Kami baru kenal tiga bulan dan baru baru ini melakukan perbuatan itu, pertama di kawasan Jalan Soekarno Hatta namun tidak ketahuan, namun kali ini ketahuan," kata An. Lanjut An menuturkan, perbuatan seks oral tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka dan tidak ada paksaan.

"Pada saat kejadian terakhir ini, Wr mengirimi saya pesan singkat melalui Whatsapp dan mengajak bertemu dan melakukan perbuatan itu, karena saya tertarik sehingga saya dijemput Wr menggunakan mobil, namun saat di TKP kami kepergok tengah berpegangan alat kelamin dan langsung dibawa petugas ke Polrestabes Palembang," ungkapnya. Lanjut An menegaskan, ia mulai tertarik melakukan perbuatan tersebut lantaran melihat teman temannya yang suka melakukan perbuatan tersebut. "Saya tertarik dan kebetulan mengenal Wr sehingga saya tertarik untuk mencoba," tutupnya.

Sambil menundukan kepala Wr mengatakan menyesali perbuatannya. "Saya benar benar menyesali perbuatan saya, dan kalau ingat anak dan istri saya suka sedih. Yang jelas saya benar benar menyesal," kata Wr. RN (43) seorang dosen di sebuah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Palembang, Sumatera Selatan diciduk polisi.

Pria yang juga merangkap sebagai dekan itu, tertangkap basah sedang gelap gelapan, bersama anak laki laki berusia 14 tahun di sebuah pondok. Perbuatan pelaku tepergok tatkala petugas kepolisian sedang melakukan patroli, di sekitar kawasan Jalan Gubernur H Bastari, Kecamatan Jakabaring, Kamis (13/8/2020) sekira pukul 23.30 WIB. Kemudian, petugas menemukan adanya dua orang laki laki yang sedang berada di dalam pondok tanpa penerangan.

Karena curiga, polisi langsung menghampirinya dan mendapati oknum dosen tersebut sedang melakukan seks oral dengan seorang anak laki laki. Kaget aksinya tepergok, oknum dosen itu sempat mencoba melarikan diri. "Oknum dosen ini sempat mencoba kabur saat kita datangi. Setelah diperiksa akhirnya dia mengakui perbuatannya," kata Kasat Shabara Polrestabes Palembang AKBP Sonny Triyanto, Jumat (14/8/2020).

RN mengaku, aksinya melakukan oral seks dengan anak laki laki tak lain untuk memenuhi kepuasan sesksualnya. Kepada polisi, RN mengaku sudah cukup lama memiliki orientasi seksual yang berbeda. Ia pun mengakui jika memiliki pasangan sejenis.

Namun pada tahun 2019, pasangan sejenisnya meninggal dunia. Ia pun mencari anak anak untuk memenuhi kebutuhan seksualnya. "Waktu pasangan saya meninggal saya sempat berhenti. Namun Mei 2020 saya tidak bisa menahan lagi dan mencari anak anak," kata RN.

RN mengaku mengenal para korbannya di jalanan. Kasat Shabara Polrestabes Palembang AKBP Sonny Triyanto mengatakan NV korban yang berusia 14 tahun mengaku diiming imingi uang Rp 20.000 oleh RN untuk sekali seks oral. Tak hanya NV. RN juga melalukan hal serupa pada anak laki lai lain AN (14) rekan NV.

"Dugaannya korban lebih satu, rata rata mereka dikasih uang Rp 20.000 untuk satu kali seks oral," ujarnya. Setelah berkenalan, biasanya RN akan mengajak korban ke tempat sepi dengan iming iming uang antara Rp 20.000 hingga Rp 25.000. Menurut pengakuan pelaku, RN sudah tiga anak laki laki yang melakukan oral seks dengannya.

Korban terakhir, NV, yang ditemui RN di simpang kawasan fly over Jakabaring. Saat itu, NV mendekatinya dan meminta uang. RN pun membujuk NV untuk mengikuti kemauannya.

"Saya bilang ikut dulu kalau mau uang, sehingga saya bawa ke TKP. Ternyata di sana ada polisi yang lagi patroli," akunya. Tak hanya mengajak anak di bawah umur melakukan aktivitas oral seks, RN juga merekam adegannya. Sementara itu,Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setiyadji menjelaskan dari hasil pemeriksaan, pelaku RN ternyata sempat merekam adegan oral seks tersebut dengan menggunakan handphonenya.

Saat diperiksa, polisi menemukan rekaman adegan seks oral di ponsel RN. "Setelah handphone tersangka kami periksa, didapati rekeman oral seks dengan anak anak itu. Korbannya diduga lebih dari satu dan sekarang sedang kita kembangkan," jelas Anom Setiyadji. Anom mengimbau kepada orangtua untuk lebih berhati hati dalam mengawasi anak mereka sehingga terhindar dari para predator anak.

"Diharapkan orangtua juga aktif untuk mengawsi anak anak mereka,"imbuhnya. Atas kejadian tersebut, RN rupanya langsung diberhentikan dari perguruan tinggi tempatnya mengajar. RN yang merupakan dosen di sebuah PTS di Palembang, dipecat secara tidak hormat oleh pihak yayasan sejak 15 Agustu 2020.

Ia dipecat setelah tertangkap tangan oleh polisi sedang melakukan oral seks anak laki laki berusia 14 tahun di jalanan. Seks oral dengan anak laki laki dilakukan setelah kekasih sesama jenis RN meninggal dunia pada tahun 2019 lalu. RN diketahui telah mengabdi di kampus tersebut selama 17 tahun tepatnya sejak tahun 2003.

Selain dosen, ia juga tercatat sebagai seorang dekan. Sementara itu Ketua Bidang Humas dan Komunikasi Universitas Katolik Musi Charitas Palembang Agustinus Riyanto mengatakan RN dikenal sebagai pribadi yang baik. Ia juga tidak pernah berperilaku menyimpang dan tidak pernah berurusan dengan hukum.

"Tidak ada evaluasi negatif berkaitan dengan RN. Ini sudah dilihat dari evaluasi kerja setiap semester," ujar Agustinus. Saat ini pihak kampus melakukan penyelidikan apakah ada mahasiswa yang menjadi korban RN. Namun sejauh ini belum ada satu pun mahasiswa yang melapor menjadi korban pelecehan oleh NR.

"Sejauh ini belum ada. Dari keterangannya dari beberapa media, dia ini penyakitnya sudah lama dan menyukai anak anak. Sementara di kampus semuanya sudah dewasa," kata Agustinus. Pihak kampus saat ini telah menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke Polrestabes Palembang untuk dilakukan proses hukum.

Continue Reading

Regional

Hasilkan Foto Ciamik hingga Tuai Pujian Netizen VIRAL Seorang Nenek Jago Jadi Foto Model

Avatar

Published

on

Aksi seorang nenek yang jago menjadi foto model dalam pemotretan menjadi viral di sosial media. Bahkan, aksi nenek yang bergaya natural ini menghasilkan foto ciamik hingga menuai pujian dari warganet. Video yang merekam aksi nenek tersebut pertama kali diunggah di platform TikTok oleh pemilik akun @xie_sil pada Rabu (15/7/2020) lalu.

"Si mbah pinter banget jadi model," ujar pemilik akun @xie_sil dalam keterangannya. Dalam video tersebut, tampak sosok nenek yang membawa bakul atau wadah yang terbuat dari anyaman bambu dengan mulut berbentuk lingkaran. Sosoknya yang memakai pakaian bewarna merah dan kain jarik, berdiri di tengah perkebunan dengan dua peralatan lighting di sampingnya.

Beberapa pria pun terlihat ikut memotret sosok nenek tersebut yang tengah berpose natural. Rupanya, hasil foto sang nenek terlihat sangat ciamik. Terlebih, ia menampakkan senyum yang menawan yang terlihat tulus apa adanya.

Sontak, foto yang dihasilkan tersebut menjadi sorotan warganet. Bahkan, banyak warganet yang memuji kepiawaian sang nenek menjadi model dan juga fotografer yang memotretnya. Dalam akun TikTok @xie_sil, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari satu juta kali.

Video itu pun telah diunggah di banyak platform lain, seperti akun Instagram @makassar_iinfo yang mengunggahnya pada Minggu (16/8/2020) . Dalam postingannya, video sang nenek telah ditonton sebanyak lebih dari 300 ribu kali dan mendapat ratusan komentar baik dari warganet. Saat dikonfirmasi, sang fotografer profesional bernama Okyarisandi menjelaskan fakta fakta dibalik viralnya video tersebut.

Menurutnya, pemotretan tersebut terjadi pada Sabtu (11/7/2020) lalu. Kala itu dirinya tengah mengadakan sesi foto tour kampung nusantara yang diadakan di Desa Selopuro, Blitar, Jawa Timur. Oky menuturkan, satu di antara crewnya dalam pemotretan tersebut iseng membuat video.

Bahkan pada saat kejadian, Oky tidak tahu bila sesi pemotretannya direkam hingga diunggah di platform TikTok. Lantas siapa sosok nenek dalam video tersebut? Oky menuturkan, sosok nenek tersebut biasa dipanggil Mbah Mi dan sudah berusia sekitar 85 tahun.

Awalnya, Oky mengaku sering bertemu dengan Mbah Mi saat sore hari di persawahan Desa Selopuro. Setelah bertemu untuk kesekian kalinya, Oky pun tertarik untuk mengambil gambarnya. "Waktu itu pernah saya bertemu denganya saat pulang dari sawah, karena usia beliau sudah sangat sepuh saya tertarik menggambil gambarnya."

Dengan ciri khas ekspresi yang lucu dan naturalnya, Oky mengaku sering memotret sosok Mbah Mi. Oky pun memotret Mbah Mi dengan durasi kurang lebih satu hingga dua jam. Adapun dalam sesi pemotretan yang viral tersebut, sebenarnya Mbah Mi tidak sendiri, ia bersama dengan enamnenek lainnya.

"Tidak hanya beliau yang saya ajak, tapi banyak orang. Ada 6 orang waktu itu, hanya saja yang di video adalah waktu sesi motret Mbah Mi," tutur Oky. Sementara, Oky mengaku tidak menemui kesulitan kala memotret sosok Mbah Mi. Menurutnya, sosok Mbah Mi sangat ramah dan senang bergurau hingga membuat Oky mudah untuk memotretnya.

"Tidak (sulit) kok. Soalnya memang saya ajak ngobrol saja. Beliau asyik , sangat ramah dan suka bercanda." "Pastinya saya kasih imbalan materi yang sesuai ketika saya potret beliau," pungkasnya.

Continue Reading

Regional

Berawal dari Petugas Hentikan Konvoi Kronologi Polisi Dibacok Anggota Geng Motor di Cianjur

Avatar

Published

on

Anggota Satuan Sabhara PolresCianjur, Jawa Barat bernama Briptu NA (26) menjadi korban pembacokan. Pelakunya adalahanggota geng motorberinisial LL (26). Saat itu, korban tengah membantu mengatur kepadatan lalu lintas di bundaran Tugu Lampu Gentur, Cianjur, Minggu (16/8/2020).

LL berhasil diringkus di rumah kontrakannya di daerah Karangtengah, Cianjur, Senin (17/8/2020) dini hari. Pria bertato itu telah ditetapkan sebagai tersangka. Peristiwa penganiayaan terhadap polisi yang sedang bertugas ini terjadi di tengah situasi yang sedang ramai. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur AKP Anton.

"Saat itu terjadi kepadatan arus kendaraan di kawasan bundaran, imbas dari adanya penutupan jalur Puncak." "Anggota kemudian diterjunkan ke sana untuk membantu mengatur lalu lintas," kata Anton kepadaKompas.com, Senin (17/8/2020). Tak lama berselang, dari arah by pass datang konvoi sepeda motor berboncengan 1 2 orang yang berjumlah 60 kendaraan.

Mereka hendak melintasi bundaran. Namun, polisi melihat ada beberapa orang dari gerombolan motor tersebut berulah dengan mengganggu ketertiban lalu lintas. "Petugas yang ada di lokasi kemudian menertibkannya dengan menghentikan konvoi kendaraan tersebut," ujar Anton.

Namun, langkah tegas polisi mendapat perlawanan. Bahkan salah seorang dari gerombolan sepeda motor itu langsung melayangkan senjata tajam. Akibatnya, seorang anggota polisi, yakni Biptu NA, terluka di bagian kepala.

"Pelaku ini mengaku mendengar suara teriakan dari arah depan, jika konvoi ada yang menghadang." "Karena sedang di bawah pengaruh miras, langsung saja melayangkan goloknya ke arah petugas," tutur Anton. Setelah membacok polisi, pelaku dan gerombolannya kabur dengan berbalik arah.

Sementara itu, korban yang mengalami luka robek di kepala langsung dilarikan ke rumah sakit oleh rekan sesama anggota polisi guna mendapatkan penanganan medis. "Pasca kejadian, ada 21 orang yang kita amankan dari dua kelompok yang berbeda." "Namun, pemeriksaan kita intensifkan pada 4 orang, satu sudah ditetapkan tersangka, sisanya saksi," kata Anton.

Tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan; dan Pasal 2 ayat 1 Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. “Ancaman pidananya 5 tahun dan 10 tahun penjara." "Akan ada pasal tambahan, karena pelaku ini seorang residivis untuk kasus yang sama dan pernah juga terlibat kasus pencurian dengan kekerasan,” ujar Anton.

Continue Reading

Trending